Matahari belum menampakkan wajahnya, ayam yang biasanya sudah sibuk berkokok belum juga menunjukkan suaranya, yang terdengar hanyalah suara nyamuk-nyamuk yang masih berusaha menghisap darah sebagai salah satu kewajibanNya sebagai seorang ibu. Perlahan-lahan mata ini terbuka, tangan mulai meraba-raba mencari pegangan, kaki mencari pijakan, dan otot-otot berusaha diregangkan untuk menarik badan agar dapat melepaskan diri dari lengketnya ranjang.

Udara pagi segera menyergap saat jendela terbuka, dinginya menusuk hingga tulang yang terdalam, hidung terus menyedot udara untuk disalurkan ke dalam paru-paru, volume udara yang masuk terus bertambah ditandai dengan bunyi mendesing yang keluar dari kedua lubang yang bertetanggaan. Semakin banyak udara yang masuk membuat konsentrasi cepat menjadi pulih. oh nikmatnya suasana pagi.. . Mata yang sudah terbuka lebar mulai berkerling kesana kemari, mencari barang yang sudah menjadi kebutuhan primer, sebuah benda mungil putih dengan sedikit warna hitam di salah satu bagiannya. benda yang dilepas dari badan hanya pada saat mandi atau di charge. sebuah benda yang sudah menjadi salah satu belahan jiwa, lebih dari sekedar teman, bahkan lebih dari seorang sahabat. Benda tempat pelampiasan segala nafsu dan emosi, benda yang tidak pernah protes kepada pemiliknya walaupun diperlakukan tidak secara bendawi. ya, handphone adalah benda yang pertama saya cari setelah saya sadar bahwa saya tidak sedang tidur.

Sebuah pesan keluar dari handphone, serangkai ucapan selamat ulang tahun untuk diriku, sekarang tanggal 28 september, tanggal yang bersejarah untuk diriku, ibuku dan tentu saja ayahku. Tanggal dimana ibu ku berhasil mengeluarkan segumpal daging dari dalam rahimnya, daging yang tumbuh membesar dalam waktu 9 bulan, daging yang awalnya hanya sebuah kecebong tangguh yang berhasil melewati berbagai macam rintangan dan menemukan persinggahan terakhirnya. Tanggal dimana seorang laki-laki menjadi seorang ayah, tanggal dimana sebuah tangisan mampu membuat orang-orang tersenyum bahagia. Sebenarnya aku tidak ingat kejadian pada waktu itu, seberat apapun aku mencoba tuk mengingat, tetap tidak bisa. ah sudahlah, biarkan saja kejadian pada tanggal itu menjadi kisah bahagia ibu dan ayahku.

Saya tidak pernah menjadikan suatu tanggal menjadi hari yang sangat spesial, saya melalui hari-hari seperti apa adanya, begitu juga dengan hari ini, walaupun hari ini tanggal 28 september. pergi ke kantor, melakukan pekerjaan rutin yang monoton, bertemu dengan rekan-rekan kerja, berbagi cerita, tidak ada yang spesial dengan hari ini. yang berbeda hanya segelintir ucapan selamat ulang tahun dari rekan kerja, yang setelah itu kembali seperti biasa. dan sore pun mulai berteriak kepada siang untuk berganti posisi, sore hanya mampu bertahan sesaat karena kelembutan malam akhirnya datang dengan membawa sang rembulan yang indah.

Tidak ada yang istimewa dengan hari ini sampai saat kubuka si rubah merah, ku ketikkan beberapa rangkai kata, terbukalah sebuah lembar, lalu kuketikkan kembali beberapa kata maka berubahlah lembar tersebut. ternyata lebih dari 150 pemberitahuan muncul di lembaran tersebut, ku buka pemberitahuan tersebut dan muncul lah sebuah lembaran yang penuh dengan do’a, ucapan semangat, kata-kata motivasi, kata-kata persahabatan. Satu persatu saya baca, tak terasa ada sesuatu yang ingin keluar kedua kelopak ini, saya merasa terharu karena banyak sekali yang masih ingat dengan saya, masih sempat meluangkan waktu untuk sekedar menulis “happy birthday”, saya yang sedang kesepian di tanah rantau dengan berbagai problema yang datang silih berganti, tiba-tiba mendapatkan ribuan do’a, ribuan semangat. Saya terharu kawan, saya merasa bahwa saya tidak sendiri, saya merasa bahwa kalian semua ada di sekitar saya, wajah kalian semua seolah-olah muncul di hadapan saya, tersenyum lalu berucap “kami selalu ada disampingmu”

Kututup malam ini, tanpa ada nyala lilin yang kutiup, tanpa ada kue yang dipotong, tanpa ada kalian dalam bentuk fisik, tapi saya tetap tersenyum, karena saya yakin bahwa do’a dari kalian semua akan menemani tidur saya malam ini dan menemani hari-hari saya selanjutnya. Terima kasih Kawan.karim abdullah