Mulai akhir tahun ini, penumpang pesawat untuk penerbangan jauh tidak akan lagi “mati gaya.” Mereka akan diperbolehkan mengirim SMS maupun bermain internet dengan menggunakan ponsel atau komputer pribadi, namun harus siap mengeluarkan biaya “selangit.” Tawaran itu digulirkan oleh maskapai Air New Zealand. Maskapai asal Selandia Baru ini mulai November mendatang akan membuat para penumpang bisa dengan leluasa kirim SMS maupun update status di laman jejaring sosial. Selama ini, di semua maskapai, kegiatan-kegiatan seperti itu tabu dilakukan penumpang selama pesawat mengudara, dengan alasan dapat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi di kokpit bila perangkat sinyal pada ponsel dan laptop diaktifkan, sehingga berbahaya bagi penerbangan. Itulah sebabnya penumpang, selama penerbangan, tidak bisa berkomunikasi dengan teman-teman atau kerabat mereka di darat. Maka, Air New Zealand mencoba mengatasi masalah itu dengan memasang perangkat komunikasi SMS dan sistem data Aeromobile pada armada pesawat baru, Boeing 777-300ER, yang akan mulai beroperasi akhir tahun ini. Dengan demikian penumpang bisa bebas berkomunikasi lewat SMS di ponsel dan berinternet di laptop tanpa membahayakan penerbangan. “Masukan dari para konsumen menunjukkan bahwa mereka berharap bisa kirim SMS, mengecek email, dan tetap berhubungan dengan teman-teman, kerabat, maupun kolega selama penerbangan jarak jaruh,” kata Ed Sims, general manajer internasional Air New Zealand seperti yang dimuat laman harian Times, Kamis 27 Mei 2010. Untuk layanan demikian, Air New Zealand membebankan biaya kepada penumpang melalui operator ponsel yang bersangkutan. Untuk layanan internet dikenakan tarif NZ$40 (sekitar Rp 250.000) per megabyte data, sedangkan untuk layanan SMS dikenakan biaya sebesar 80 sen (sekitar Rp5.000) per pengiriman pesan, namun untuk SMS yang masuk tidak dikenakan biaya. Kendati SMS dan internet bakal diperbolehkan, Air New Zealand masih melarang penumpang melakukan percakapan suara lewat telepon (voice calls). Namun, belum ada komentar dari Air New Zealand bagaimana mengawasi penumpang untuk tidak melakukan voice calls selama penerbangan. Layanan ini baru akan berlaku untuk rute pp Auckland – Los Angeles dan Auckland – London. (hs)